Namaku adalah Jenny , aku adalah gadis lugu yang dikawinkan oleh orang tua
pada usia 20 tahun. Aku memiliki seorang kekasih yang cukup mapan ,
namanya William , dia seorang perwira ABRI di kotaku yang berpangkat
kapten. Hubungan kami sangat dekat dan kami hampir menikah. Namun orang
tuaku tidak menyetujuinya , tetapi saya malah dikawinkan dengan kakak
William yang bernama Ricky. Alasan mereka cukup rumit , katanya Ricky
sangat mencintaiku dan mereka kurang menyukai William yang anggota ABRI.
Mereka lebih suka bila aku menikahi Ricky yang cuma seorang pegawai
negeri. Andai dulu aku menikahi William , mungkin semua ini tidak perlu
terjadi. Akhirnya kami menikah ,tanpa dikaruniai seorang anak pun karena
Ricky terlalu sibuk bekerja dari pagi sampai kadang kadang melembur.
William tidak marah karena aku dinikahi Ricky , mereka adalah kakak
beradik yang saling menyayangi sejak dari masa kecilnya. Pada suatu hari
William ditugaskan ke Jakarta oleh atasannya , menurutnya dia akan kembali
setelah 6 bulan. Tugas ini sebenarnya adalah jebakan yang dipasang oleh
suamiku sekarang Pak Simon. Aku bekerja pada sebuah taylor di kotaku ,
pemiliknya adalah Ny. Win , pada suatu hari aku dipanggil oleh Ny. Win ke
rumahnya. Menurutnya ada langganan penting yang meminta desain jas yang
hanya aku yang dapat melakukannya. Waktu aku datang ke rumahnya dia
bersama Pak Simon. Ny. Win memperkenalkan aku kepadanya dan kami
bercakap-cakap. Tak beberapa lama kemudian Ny. Win tanpa alasan yang jelas
meninggalkan kami berdua. Tak lama Pak Simon mulai bertanya “Dik Jenny ,
katanya dik Jenny ini istrinya si Ricky yang buruk itu , kok bisa sih
padahal dik Jenny begitu cantik ?” . Aku sudah merasakan gelagat yang
tidak enak dari semula aku datang ke rumah Ny. Win , tapi aku cepat
menguasai diri dan menjawab “Iya pak memang sudah takdir.” Kemudian Pak
Simon dengan cepat menjawab “Ah…masa dik Jenny mau menghancurkan hidup
hanya untuk laki2 yang seperti itu. Saya sudah banyak dengar tentang kamu
, kalau kamu … bisa memenuhi keinginan saya , hidup dik Jenny akan saya
buat lain….” . Selasai berkata seperti itu Pak Simon tiba2 memeluk saya
dan mencoba menciumi saya. Tentu saja saya meronta2 sampai tak beberapa
lama dia berhasil memagut bibir saya dan menciuminya dengan ganas. Wibawa
Pak Simon dan ciuman ciumannya yang ganas membuat saya terangsang dan
mulai mengikuti permainannya. Dia mulai meraba buah dada saya yang membuat
hati saya berdesir… , kemudian dia berhenti dengan bibir saya dan mulai
membuka baju yang saya kenakan , diciuminya bagian tengah dada saya ,
serambi melepas tali beha yang saya kenakan. Kemudian dia mulai menggigit
gigit buah dada saya yang cukup montok , walaupun saya berada dalam
keadaan tidur. Setelah itu dia menyibakkan semua barang yang ada di meja
kerja Ny. Win dan merebahkan saya di situ. Dia melanjutkan aksinya dengan
terus menerus menciumi , meraba dan menggigit kedua buah dada saya.
Sebagai istri yang jarang menerima nafkah batin saya dengan cepat
menikmati permainan ini , apalagi Pak Simon juga bukan laki2 yang terlalu
tua . Dia masih cukup muda sekitar 35an dan memiliki badan yang kekar
karena dia juga seorang ketua klub karate di kotaku. Serambi meremasi buah
dadaku dia melepaskan rok yang kukenakan dan meraba rabai pahaku ,
jantungku makin berdesir dan saya makin terangsang. Kemudian dia membuka
celana dalamku dan mulai menciumi dan menjilati cairan yang keluar dari
sana. Aku semakin mendesah dan dengan reflek kuraba-raba sendiri buah
dadaku . Sensasi yang timbul saat itu benar2 sangat luar biasa. Tidak
pernah kurasakan hal seperti ini dengan suamiku sendiri. Setelah itu Simon
membuka celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah berdiri tegak dan
dia mencoba memasukkannya ke dalam liang vagina saya. Setengah sadar saya
berteriak memohon padanya untuk jangan melakukan itu karena saya akan
merasa bedosa , karena saya berprinsip untuk mempersembahkan sex saya
hanya pada suami saya. Tapi Pak Simon tidak menghiraukannya dan memasukkan
kontolnya dengan kasar. Aku berteriak kesakitan , sementara dia hanya
mengeluh keenakan dan memuji muji liang vagina saya dengan berkata
“Ohh..enak Jen…sempit sekali…ohh…sempitttt sekali…!” Akhirnya saya kembali
tenggelam dalam kenikmatan , tiap encotan kontolnya itu kunikmati dengan
erangan erangan nikmat yang keluar dari mulutku. Sesekali dia memberikan
ciuman yang dalam kepadaku , yang benar2 kunikmati. Akhir dari semua itu
adalah ketika aku mencapai kepuasanku.

Dunia serasa terbalik , aku menangisi nasibku ini , tapi Pak Simon hanya
bisa menghibur hiburku dan berjanji akan membereskan semuanya. Kemudian
saya secara resmi menjadi istri simpanan Pak Simon. Tiap kali Pak Simon
menginginkan saya , dia akan menelpon saya dan mengajak saya kencan di
hotel di luar kota. Tiap kali saya diberinya imbalah dua juta rupiah.
Suatu hal yang saya syukuri dan sekaligus aku merasa jijik , karena aku
merasa seperti seorang pelacur. Perlu diketahui bahwa Pak Simon ini adalah
seorang yang amat berpengaruh , dia berteman dekat dengan ——– dan
——- (kedua jabatan ini disamarkan oleh Wiro) di kotaku. Dia bisa
melakukan apa saja yang dia inginkan , bagaikan seluruh kota itu miliknya.
Pada suatu hari ketika aku sedang bekerja di tempat Ny. Win , suamiku
Ricky tiba2 menerjang masuk dan memaki maki diriku dan Ny. Win , aku hanya
bisa menangis dan menangis mendengar makiannya. Tapi pada akhirnya dia
hanya diam dan berkata bahwa dia akan membunuh Pak Simon. Sungguh suatu
hal yang tragis ketika keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa suamiku
sudah mati, mayatnya diketemukan di tepi sungai . Polisi mengatakan bahwa
dia mati karena mabuk dan jatuh ke sungai. Tapi aku tahu pasti apa yang
menyebabkan dia mati , Pak Simon.

Pak Simon tidak cukup puas dengan membunuh suamiku. Untuk menjaga adik
ipar saya William dari berbuat sesuatu yang mengancam dirinya , dia sudah
mengatur untuk memenjarakan William. Sungguh suatu hal yang tragis bagi
diriku dan dia , karena dalam hatiku aku masih mencintai William. Hal yang
membuat diriku semakin sakit adalah Pak Simon tidak pernah membiarkan aku
menemui William. Kata kata terakhir yang kudengar dari William adalah
bahwa dia menyesal kakaknya menikahi pelacur seperti aku.

Setelah masa 100 hari kematian suamiku , Pak Simon mengawiniku sebagai
istrinya yang ketiga , hal yang menurutnya adalah penebusan dari dosa2
yang dia lakukan terhadapku. Sebenarnya aku sudah ingin bunuh diri saja ,
tetapi Pak Simon mengancam jika aku mati , maka William juga mati. Hari
demi hari berlalu dan kulewatkan sebagai istri Pak Simon. Aku adalah istri
favoritnya , sehingga tidak jarang aku mendapat perlakuan buruk dari istri
istrinya yang lain. Yang paling parah adalah ketika kami bertemu di sebuah
pasar swalayan , dan istri pertamanya Ny. Elis menjadi kalap dan
menjambaki rambutku , serambi mengatai aku sebagai pelacur. Aku tidak
melawan , karena aku sudah kehilangan harga diri serta kehormatanku.

Pak Simon tidak mempunyai seorang anakpun , tetapi dia mempunyai seorang
pegawai yang cekatan yang amat dipercaya olehnya , bahkan kemudian
diangkatnya sebagai anak angkat bernama Zachary. Pada suatu hari aku
menerima sebuah surat dari William , dari suratnya dia mengatakan bahwa
dia menyesal mengatai aku sebagai seorang pelacur. Dia berkata bahwa aku
tidak mungkin melakukan hal senista itu karena dia memahami sekali sikap
dan kepribadianku karena dia pernah menjadi kekasihku. Tetapi yang
membuatku khawatir adalah karena dia berencana akan membalas perbuatan Pak
Simon yang telah memenjarakan dia dan menyengsarakan aku karena Pak Simon
adalah orang yang sangat berpengaruh. Surat itu kemudian kusimpan baik2 di
sebuah kotak perhiasan , karena aku menganggapnya sebagai surat yang
mengembalikan harga diriku. Suatu hari surat itu hilang dari kotak
perhiasan , aku sangat panik dan mencarinya di semua tempat tapi hasilnya
nihil. Pada suatu hari aku berpapasan dengan Zachary yang baru saja
memeriksa meteran air dan listrik di rumahku. Pak Simon membuatkan aku
rumah sendiri sejak peristiwa yang memalukan dirinya terjadi , ketika Ny.
Elis memukuli diriku di depan umum. Zachary menyapaku dan menanyakan
tentang kabarku , seperti biasa aku hanya meladeni basa basinya. Tapi
kemudian dia bertanya kenapa aku terlihat gelisah akhir2 ini. Kembali
kujawab saja sekenanya , namun kemudian dia kembali menanyakan bila aku
kehilangan sesuatu yang penting misalnya surat. Aku segera menangkap
maksudnya dan memintanya untuk mengembalikannya padaku. Dia berkata bahwa
dia tidak membawanya dan akan mengembalikannya nanti malam karena dia
harus mengerjakan sesuatu terlebih dahulu.

Malamnya dia datang lagi ke rumah , dan dia membawa surat itu. Dengan
segera aku memintanya untuk mengembalikan surat itu. Tetapi dia menolak
dan menanyakan bagaimana aku harus berterima kasih kepadanya. Akupun
menangkap maksudnya dan menanyakan berapa imbalan yang harus saya berikan
kepadanya. Tapi dia berkata dia menginginkan saya. Kemudian dia memelukku
dan menciumiku , dan mengatakan betapa dia mengagumi saya yang berbeda
dari semua gadis yang pernah dikencani oleh ayah angkatnya Pak Simon. Aku
kemudian melepaskan diri darinya dan menempeleng dia , segera kuusir dia
sambil memaki siapa dia kira dirinya itu. Kemudian dia menceritakan
dendamnya pada Pak Simon , betapa ayahnya yang dulu sahabat dekat Pak
Simon dan juga seorang pengusaha sukses terkena kasus dan harus lari ke
luar negeri. Namun setelah itu Pak Simon mengambil alih harta keluarganya
, dan ayah Zachary merasa tertekan dan bunuh diri. Dia kemudian memaki Pak
Simon yang katanya mengangkat dirinya sebagai anak , namun dia merasa
lebih diperlakukan sebagai anjing oleh Pak Simon. Aku hanya terdiam
mendengar perkataannya. Namun tak lama kemudian nafsu gelapnya pun timbul
dan dia kembali memeluk diriku , dan aku meronta ronta teringat dulu
betapa aku diperkosa oleh Pak Simon. Kumaki Zachary bahwa semua dia
binatang, tapi dia hanya tertawa dan berkata “Memang semua laki laki
binatang , tapi Simon adalah binatang terbuas di dunia , kalau surat ini
saya berikan padanya , menurutmu apa tidak mungkin nasib adik iparmu akan
sama seperti suamimu….” . Perkataan Zachary membuat saya terdiam kaku dan
pasrah. Kemudian dia berkata bahwa aku adalah tipe wanita yang membuat
pria selalu ingin memperkosaku , tipe wanita yang selalu disukai pria.
Setelah itu dia menceritakan betapa dia telah memasang kamera tersembunyi
di kamar mandi dan kamar tidurku , betapa dia selalu mengintipku melalui
kamera tersebut dan merekam semua yang kulakukan selama ini. Aku hanya
diam berdiri dan pasrah sampai akhirnya dia mulai melucuti baju yang aku
kenakan , dan melepas tali behaku. Matanya mempelototiku buah dadaku yang
menyembul dan seperti Pak Simon dia segera menciumi, menjilati dan
menggigitinya , sambil mengatakan betapa beruntungnya Pak Simon memiliki
diriku. Kemudian dia membopongku ke atas ranjang dan merebahkan aku di
situ. Aku hanya bisa diam dan pasrah , membiarkan dia menikmati semua
bagian dari tubuhku , sama sekali tidak kurasakan kenikmatan dari
perbuatannya ini. Yang kurasakan hanya sakit hati dan perasaan jijik. Aku
terpaksa membiarkan dia melumati setiap centi dari tubuhku dan hanya bisa
menangisi nasibku yang malang ini. Kemudian dia memasukkan kontolnya
dengan ganas dan mengencoti tubuhku berkali kali dalam berbagai posisi.
Sebenarnya aku sangat capai , atas apa yang dia lakukan itu , aku
memintanya untuk menghentikan perbuatannya itu . Tapi dia tidak puas dia
menindihku dalam berbagai posisi dari dog style , dan yang membuatku
sangat menderita adalah posisi ketika dia berdiri dan berjalan jalan
sambil mengencoti diriku , di mana aku harus merangkul dirinya yang
binatang itu. Aku merasa lega ketika dia mulai kecapaian dan kemudian
meninggalkan aku , setelah itu aku hanya bisa diam sambil merenungi
nasibku yang malang ini.Aku tidak bisa berbuat apa apa , namun waktu telah
menyelesaikan segalanya. Di mana semakin lama aku semakin haus akan seks
dan kekayaan , aku mulai sadar bahwa aku bisa menggunakan tubuhku untuk
mencapai apa yang kuiinginkan. Sekarang ini aku bukan lagi gadis lugu yang
hanya bisa diam diperkosa. Aku mulai sadar bahwa aku harus membalas pada
Pak Simon dengan memperkosanya kembali. Seiiring dengan makin tuanya
usianya yang menginjak 40 tahun , dia semakin lemah secara fisik , apalagi
dalam hubungan sex , keperkasaannya sudah mulai luntur , dan hal ini
membuatku merasa menang. Sekarang ini aku sudah tidak tahu lagi apa yang
harus kulakukan , biarlah nasib menentukan semuanya.

Pembaca atau Wiro , kalau misalnya ngga dimuat , maaf , karena cerita ini
saya tulis sebagi pengungkapan perasaan saja, jadi tidak perlulah untuk
memberi komentar atau balasan pada saya. Syukur saja kalo dimuat dan ada
yang mendengarkan cerita saya. Sorry deh kalau ada yang ngga bener
nulisnya , sebab saya ngga pintar menulis.

TAMAT.