6
aku….ibu rumah tangga…….perkawinanku sudah berjalan 11
tahun……anakku dua…yang besar laki laki kelas 4 SD dan yang kecil
perempuan …masih TK.
suamiku…..mas Hadi…..umurnya 37 tahun……karyawan BUMN
kehidupan kami mapan…..
kami tinggal dikompleks perumahan yang cukup elite……..
suamiku jarang dirumah ….kerjanya banyak keluar kota…..
katanya sih SPJ…..kehidupan seksualku….terasa hambar saat ini…..Mas
Hadi kadang menyentuhku hanya sekali dalam seminggu kadang malah hanya
sekali dalam dua minggu….
itupun senggama kami tidak berkwalitas sama sekali……..
dia hanya naik paling lama 5 menit lalu ia klimaks….dan tidur ngorok
disampingku………

didepan rumahku tinggal juga sepasang suami isteri…..
sang suami bernama INDRA SUWITO….dan isterinya bernama
INDRI PRATIWI….kami akrab…….maklum kompleks perumahan gini yang
dikenal paling samping kiri kanan dan depan rumah…….
mas indra orangnya kalem…tapi matanya itu….yah ampun….membuat hatiku
kadang bergetar bila bertatapan dengannya….
anak mereka baru satu ….perempuan dan belum sekolah…..

hingga suatu hari…..kulihat pak INDRA sedang berdiri di teras
rumahnya…..aku lagi asik nyiramin bunga…..

ibu mana DEK???????..tanyaku….
kelumajang……mbak….jawabnya….
kebetulan adiknya pengen mantenan….jadi ibu balik…katanya lagi….
LHA kok dik INDRA gak ikut…..??
rencananya lusa nyusul kesana..mbak gak enak ninggalin kantor agak lama…

o gitu…..
mas HADI ada dirumah mbak??tanyanya kemudian…
tadi pagi berangkat ke BANDUNG dik….katanya sih ada rapat disana ….
enak yah mas HADI …sering kemana2 …duit ngalir terus….
enak apanya dik…..mmbak yang kesepian…trusss….
kataku menggoda….
kok kesepian sih……?…lha kalo kayak gini…..gimana coba…
anak anak pada kesekolah….mbok iyemmmnungguin
disekolahan….yah…tinggallah mbak sendiri dirumah…..
bengngong….gak ada yang bisa dikerjain…..
mau kerja an mbak???
apa itu…..??tanyaku…ngerjain saya…….katanya gantian menggodaku…
ahhh dik indra bisa aja…….
tapi kalo emang mau dikerjain ama mbak ayo……
siapa takut…tantangku…
benner nih???katanya….juga menantang…
iyyya…..ayo ……..jawabku pula…
indrapun dengan langkah tegap nyebrang kerumahku….
ia langsung masuk menyusul langkahku……
silahkan duduk dik indra…..kataku kemudian kalem….
tapi jantungku berdebar debar,…..
ada apa denganku ini…..tanyaku dalam hati….
mau minum apa dik indra…..kopi ….teh…atau susu…
gimana kalau susu aja mbak???…
mau yang asli apa yang kalengan…..kataku menggoda….
yang asli aja mbak….
sambil indra menunjuk buah dadaku…..
wah…berani juga nih anak fikirku…….
nafasku sudah mulai tidak teratur……dorongan birahi…sudah mulai
menguasai fikiranku…..
aku masuk kedapur…kuambikan orange juice kaleng dilemari…kuantar
kedepan dan langsung duduk didepan indra….
mau disini aja atau dikamar….katanya tiba tiba…..
wah…seriuss nih?……kataku….
yah seriusss dong….katanya pengen kerjain saya mbak…..

tiba tiba ia berdiri…ia langsung mendekap tubuhku….sambil memagut
bibirku…iapun menuntunku menuju kamar….
dasterku dipelorotkannya…kemudian BH ku dan menyusul celana dalamku…..

rupanya ia sdh telanjang juga tanpa kusadari…sambil berpelukan kami
membantingkan diri keatas tempat tidur…..
ditempat tidur yang sering kupakai memadu kasih dengan suamiku…..kini
kupakai merajut selingkuh dengan tetanggaku…..ahhhhhhhhh
aku menggelinjang …ketika indra mengisap puting susuku….
aku lupa sudah…kalau aku bersuami…..kalau aku sudah punya anak…….
aku tersentakk…
ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Indra.
Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang
kemaluanku. Rupanya Indra nekat berusaha memasukkan batang penisnya
kevaginaku. Tentu saja aku tersentak.

” Ndra.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan
nikmat.
Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus, sebab disisi hatiku yang
lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang
kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku.
” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja
ya..? ” Jawab Indra juga dengan napas yang terengah-engah.

Kemudian Indra kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku.
Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakan kepala batang penis itu
menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Indra memang berukuran
super besar, Indra sangat sulit memasukkannya kedalam celah bibir
vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh dengan suamiku penis suamiku masih
terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku.

Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Indra berhasil menerobos
bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang
besar itu mulai menerobos masuk. Walau
pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada
tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya
digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan
yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang
zakar Indra itu luar biasa nikmatnya.

Indra terus menerus mamaju-mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina.
keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih
terus berpagutan.
” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra
tersengal-sengal.
” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal.

Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba kurasakan batang kemaluan yang
besar itu telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang
kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa
penuh sesak oleh batang penis Indra yang sangat-sangat besar itu.
“Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku.
” Taangguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa
vaginaku secara perlahan.

Entahlah, kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua
divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang
kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Indra, sehingga lubang
vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang
penis Indra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar
rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar
menggesek-gesek dinding vaginaku.

Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku.
Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih
oleh tubuh besar dan kekearnya Indra. Semakin lama, genjotan Indra semakin
cepat dan keras, sehingga badanku tersentak-sentak dengan hebat. Clep..,
clep.., clep.., cleep.., begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus
memompa selangkanganku.

” Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang.

Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam
sepuluh tahun ini.
Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra
benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan,
toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat
dan kenikmatan seperti ini.

Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur
tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Indra.
Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Indra dan
kupeluk erat-erat.
” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir
mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Indra semakin
kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku.

Saat itu tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan Indra yang kuat.
Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks.
” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu..
ikuut.. puuaas.! ”
Desah indra.
” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku.
Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan
tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang
kemaluan si Indra dapat menancap sedalam-dalamnya.

Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas dengan sendirinya. Indra
juga menghentikan genjotannya.
” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ”
Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku.
Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan
suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini
semua karna Indra yang jauh lebih perkasa dibandingkan suamiku. Walau pun
usia mereka ttidaklah berbeda jauh…… Indra mungkin lebih muda sekitar
4 tahun…… Selain itu batang kejantanannya memang sangat luar biasa
besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan.

Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang
vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Indra terus menggumuliku.
Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar
tenggelam ditindih tubuh atletis Indra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik
kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Indra. Gila,
vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang
zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira.

Indra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya
tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat
rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali.
Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan
kencang dipompa si Indra. Maka aku balik membalas ciuman Indra, semantara
pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Indra yang masih perkasa
menusuk-nusuk lubang vaginaku.

” ingiin.. lagii..? ” Tanya Indra.
” Eehh..” Hanya itu jawabku.
Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama.

Tiba-tiba Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas,
Indra dibawah.
” Ayoohh gaantii..! mbak…. seekaarang di ataass..” Kata Indra.
Dengan posisi aku yang diatas, pantatku kuputar-putar, maju-mundur,
kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung
dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher
dan puting Indra. Indra yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek
karna kenikmatan yang kuberikan.

” Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.., ” Kata si
Indra sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku.
Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Indra, lagi-lagi kenimatan
tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam-hunjamkan vaginaku
kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Indra. Aku
juga semakin liar membalas ciuman Indra.

” Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku
terengah-engah.
Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Indra langsung
bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang
terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat
memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa
disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke
selangkanganku. Indra kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak
menentu.

” Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah indra.
Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.
” Teruss.., teruss.., akuu.. orgasmee Ndraa..! ” Desahku, sementara
tubuhku masih terus menggelepar-gelepar dalam tindihan tubuh Indra.

Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Indra
mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat-erat
seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak
bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin
cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat.

“MBAKKKKK……, akuu.., maauu.., keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak
tertahankan lagi.
Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat.
Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Indra
terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Indra memajukan pantatnya
sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap
sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa
sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra.

Gila, sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku
terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Indra
belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora
kenikmatan itu mulai menurun.

Untuk beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih
bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap
langit-langit kamar. Begitu pun dengan Indra. Ada sesal yang mengendap
dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkawinanku, itulah
pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku.

YAHHHHH…itulah syahwat…..yang telah dikuasai nafsu…..
mampu mengalahkan segalanya…..bahkan kesetiaan yang nomor satupun akan
luluh lantak apabila telah dterjang oleh nafsu syahwat yang
membara……..
mungkin ini bisa jadi pelajaran bagi laki laki……kalau mau istrinya
setia dan tidak selingkuh seperti aku ini maka
ia harus kuat main di ranjang……..
harus pandai membuat isterinya orgasme……..melayang
layang……………………………………………………………