kompoi
Namaku Yudha, aku mahasiswa perantauan yang indekos didaerah perumahan
dekat kampus. Tempat kosku tergolong bebas karena Pak Isom, pemilik kos
tinggal agak jauh tempat kostku. Paling sebulan sekali atau dua kali
beliau datang menaih sewa.

Mungkin aku benar-benar terpengaruh mitos tentang betis seorang wanita.
Konon wanita yang memiliki betis indah sangat romantis dan panas dalam
permainan ranjang. Kebetulan tetangga baruku termasuk wanita yang memiliki
betis indah. Yang membuatku menaruh harapan padanya adalah statusnya yang
janda. Wanita itu bernama Yulie, selain memiliki betis yang indah Yulie
juga berwajah cukup cantik dan memiliki tubuh yang sexy.

Suatu hari menjelang sore, hujan mulai turun rintik-rintik, maklum musim
hujan, Yulie datang ke rumahku. Aku cukup terkejut ketika membuka pintu,
dihadapanku berdiri seorang wanita yang cukup cantik dan amat sexy, dengan
mengenakan kaos tipis berwarna putih sehingga warna bra nya yang merah
menyala terlihat cukup jelas. dan celana panjang jins yang dipotong
menjadi celana pendek sehingga memperlihatkan pahanya yang putih dan
mulus. Pucuk dicita ulam tiba pikirku. Aku akan memanfaatkan kesempatan
ini sebaik-baiknya, maka ketika ia memintaku untuk memperbaiki VCD
Playernya yang rewel, langsung aku sanggupi. Untungnya aku memang hobi
dalam mengutak-atik segala peralatan elektronik.

Tanpa banyak bicara, aku langsung mengikuti Yulie kerumahnya. Dia
mengajakku ke kamarnya, aku benar-benar grogi, apalagi Yulie seolah
mengetahui akan kekagumanku terhadap tubuhnya dan dia sengaja
memamerkannya. Saat aku mulai membongkar VCD tersebut, Yulie berada
dihadapanku dan membungkuk sehingga aku dapat melihat dengan jelas buah
dadanya yang ranum, seolah bra yang dikenakannya tidak muat untuk menutupi
keseluruhan buah dadanya. Untuk menutupi hasratku, iseng-iseng aku
menanyakan, mau nonton VCD apa sih? Tak dinyana ia mengambil box VCD dan
menyodorkan padaku, alamak VCD porno. Dan dia pun merengek, cepetan mas,
udah kepengen nonton. Eeem.., mas mau nemenin Yulie nonton ngga? Terang
aja aku langsung mengiakan. Yulie terlihat senang kemudian dia beralih
duduk disebelahku sambil memepetkan tubuhnya, benda yang lembut dan lunak
menempel di lenganku, juga tercium aroma wangi dari tubuhnya makin
membuatku panas dingin. Aku merasa lama sekali dalam memperbaiki kerusakan
VCD playernya, padahal kerusakan seperti ini paling 15 menit selesai.
Akhirnya setelah setengah jam VCD player berhasil aku perbaiki.

Yulie mulai mengambil salah satu VCD dalam box tadi, dan mulai memutarnya.
Dia memilih VCD semi, lalu dia duduk di sampingku. Mendapat isyarat yang
menantang ini, aku mulai berani. Aku langsung melingkarkan tanganku di
pinggangnya, sambil tal henti-hentinya bergerak mengelus-elus pinggangnya
yang ramping. Yulie pun terlihat mulai terangsang, tanganku dipegangnya
dan dituntun untuk meraba-raba daerah yang lebih sensitif. Yulie mulai
mendesah-desah, suaranya merangsang sekali, membuat “rudal” ku memberontak
keras.

Tangan Yulie mulai menyusup di celanaku, tapi dia kesulitan untuk
menggerak-gerakkan tanganya karena celanaku sudah penuh sesak oleh rudal
yang siap tempur. Yulie langsung meraih kaitan celanaku dan membuka
retsluitingnya hanya dengan satu tangan. Benar-benar trampil, apalagi
ketika ia mulai mengelus-elus rudalku, aku benar-benar terhanyut oleh
keahliannya. Lalu dengan cepat, ia pun membuka kaosnya dan melorotkan
celana pendeknya. Benar-benar pemandangan yang indah, tubuh putih mulus
itu kini hanya mengenakan bra warna merah menyala dan celana dalam yang
juga berwarna merah menyala. Kesemuanya berukuran mini sekali. Aku sangat
mengagumi payudaranya yang sangat kencang dan padat dan hanya terbalut
setengahnya oleh bra merah. Tampaknya Yulie tahu aku memandang buah
dadanya dengan mata tak berkedip. Lalu dengan cekatan ia membuka branya
dan menarik kepalaku ke arah bukit kembar itu, aku langsung menghisap
putingnya yang masih berwarna coklat muda itu, Yulie mendesah makin keras.
Aku mencoba segala keahlianku dalam dalam memainkan putingnya. Kuhisap dan
kumainkan dengan lidah, sambil membenamkan wajahku dan memutar-mutarnya,
Yulie kelihatan sangat menyukai permainanku. Selang beberapa lama, dia
menarik wajahku yang masih asyik mempermainkan putingnya, kemudian
mendorongnya agar rebah dikursi. Yulie mulai menciumi leherku, lalu
telingaku. Desahannya makin jelas dan makin merangsangku. Kemudian
ciumannya mulai turun kearah puting ku, dan turun terus hingga kepusar,
lidahnya sempat singgah disana, sehingga makin membuatku bernafsu
mengharapkan kulumannya kearah rudalku, akhirnya di mulai menjilati
seluruh batang rudalku dan turun ke arah zakar. Dihisapnya kuat-kuat buah
zakarku sehingga membuatku menggelinjang, geli dan nikmat. Lalu dia mulai
kepala rudalku sambil mempermainkannya dengan lidah. Oh sungguh nikmat
desisnya, seumur-umur baru kali ini aku merasakan oral yang paling nikmat,
dia mulai mengulum lebih dalam. Aku berusaha bertahan agar tidak
menggerakkan rudalku. Takut kalau dia tersedak. Akhirnya aku tak tahan
hingga mendoronkan rudalku agar melesak lebih dalam kekulumannya. Dia agak
kaget dan hampir tersedak, kemudian mundur. Sori Yul, aku ngga tahan untuk
ngga bergerak, habis nikmat sekali. Ngga papa koq mas. Punya mas sih, yang
kepanjangan, Yuli belum terbiasa yang segini panjang.

Setelah Yulie melepas celana dalamnya, permainan kami lanjutkan kali ini
kami mengambil posisi 69, Yuli mengangkang diatasku, sehingga lubang gua
yang mulai basah itu terpampang dihadapanku. Aku langsung membukanya lebih
lebar dengan kedua ibu jariku, sehingga klentitnya yang sudah membesar
tersebul keluar, aku langsung menghisapnya, Yulie mendesah makin keras,
ooohhh.. enak sekali mas. Kemudian Yulie mulai mengulum rudalku, tambah
lama tambah dalam sehingga keseluruhannya berhasil masuk sampai melewati
tenggorokannya. Aku benar-benar terbuai oleh kenikmatan permainan Yulie.
Aku pun berusaha mengeluarkan seluruh keahlian ku dalam memainkan lidah,
klentitnyanya kuhisap dan kugigit perlahan. Lalu aku memiringkan kepalaku
sehingga bisa menghisap klentitnya dan menjelajahi gua dengan lidahku.
Kujulurkan lidahku sedalam-dalamnya dan menekuknya ke atas berusaha meraih
G-spot. Hanya dua-tiga kali aku berhasil menyenggol G-spot itupun harus
sambil membenamkan wajahku dalam dalam. Tapi hasilnya sungguh menakjubkan,
pinggul Yuli mulai bergoyang-goyang dan memutar makin lama makin kencang.
Dia pun memperlihatkan keahliannya dalam mengulum rudalku. Kelihatan dia
sudah mulai terbiasa dengan rudalku yang cukup panjang. Yulie mulai
mengulum dan menghisap juga menggerak-gerakkan lidahnya saat rudalku
melesak dalam. Akhirnya gerakan pinggulnya yang makin kuat menandakan dia
sudah akan mencapai orgasme. Diapun makin kuat menghisap dan mengulum,
sehingga akupun mulai merasakan akan mencapai orgasme. Akhirnya erangan
tak jelas dari kami berdua menandakan berakhirnya permainan panas kami.
Aku merasakan cairan hangat yang sedikit asin mengalir. Dan aku masih
menghisapnya. Yulie pun masih asik menghisap rudalku yang sudah mulai
mengecil.

Setelah selesai kamipun mandi bersama dan mengulangi permainan dikamar
mandi. Kali ini kami tidak melakukan oral, tapi memainkan doggy style.
Yulie membungkuk sambil memegang pinggir bak mandi. Aku berdiri di
belakangnya dan mulai memainkan rudalku. Maju mundur juga memutar-mutar.
Dorongan dari rudalku yang dalam amat terasa sampai menyentuh dasar
vaginanya. Hal ini makin menambah kenikmatan kami. Makin lama, gerakan
Yulie pun makin mengganas dengan ikut maju mundur dan memutar-mutar
pertanda, dia sudah akan mencapai orgasme. Akibat gerakan erotisnya dari
luar dan denyutan vaginanya yang kuat mencengkram saat akan mencapai
orgasme. Akupun mulai merasakan akan mencapai orgasme. Gerakan maju-mundur
dan putaran makin kupercepat untuk mencapai klimaks yang melegakan.
Beberapa saat kemudian, desahan keras dan sexy keluar dari mulut Yulie.
Hampir bersamaan akupun melenguh keras menyertai semburan sperma yang
keluar dari rudalku.

Setelah selesai mandi, kami pun ngobrol sebentar sembari minum teh
buatannya. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku teringat akan
janjiku dengan Pak Isom, jam 8 malam beliau akan datang menagih tunggakan
sewa kos, gawat bisa diusir nih. Buru-buru aku pamitan pulang, Yulie
mencium pipiku didepan pintu, sambil berbisik kalau senggang sering mampir
ya maass… suara desahannya yang khas dan sexy itu membuat rudalku mulai
bergerak-gerak lagi. Tapi ahhh, masih ada esok hari. Aku mencium keningnya
dan buru-buru pulang, takut tak tahan godaan.

TAMAT